Tradisi yang masih bernapas.
Di Yogyakarta, budaya tidak diawetkan di balik kaca museum. Ia hidup di pendopo, di pasar, di gang sempit Kotagede, di televisi swasta yang menayangkan kethoprak. Berikut empat tradisi yang paling membentuk identitas kota.

01 — Tekstil
Batik Parang & Kawung
Motif Parang berarti pedang — dahulu hanya boleh dipakai keluarga Sultan. Kawung, lingkaran berempat, melambangkan keseimbangan empat arah mata angin. UNESCO mencatatnya sebagai Warisan Budaya Tak Benda sejak 2009.

02 — Musik
Gamelan
Orkestra logam yang bergerak seperti pernapasan kolektif — tidak ada solo, tidak ada dominasi. Setiap penabuh mendengarkan yang lain. Sebuah filsafat sosial yang dimainkan dengan palu kayu.

03 — Pertunjukan
Wayang Kulit
Pertunjukan bayangan kulit kerbau yang berlangsung semalam suntuk. Dalang adalah penyair, sutradara, dan filsuf sekaligus — satu suara untuk seratus tokoh.

04 — Tari Sakral
Tari Bedhaya
Sembilan penari perempuan, gerak yang sangat lambat, busana keemasan. Bedhaya bukan tontonan, melainkan persembahan: meditasi yang dipertunjukkan.